Headlines News :
http://picasion.com/
STOP Corruption, mulai dari kita. Sekarang !!Dewan Pelaksanan Cabang Clean Governance Lamongan. Against Corruption
Home » » Pemerintah Impor, Harga Daging di Lamongan Tetap Tinggi

Pemerintah Impor, Harga Daging di Lamongan Tetap Tinggi

Written By Unknown on Saturday, July 20, 2013 | 12:59 PM

Saifudin, penjual daging di Lamongan di barat pasar kota yang tetap bertahan mseki harga daging  terus melambung

 LAMONGAN – Penjual daging di Lamongan tidak terpengaruh  dengan upaya pemerintah mengimpor daging. Pasalnya, kalaupun daging impor masuk ke wilayahnya tidak akan mempengaruhi tingkat daya beli konsumen, termasuk tingginya harga yang sampai hari ini terjadi.

Arif, penjual daging sapi di Pasar Sidoarjo ditemui Sabtu (20/7/2013) mengatakan, meski kran impor daging telah dibuka lebar, ia dan sejumlah penjual daging lainnya tidak merasa terpengaruh. Konsumen di Lamongan tetap memilih daging segar yang biasa setiap hari mereka beli.

“Pembeli itu bisa membedakan antara daging beku (Impor,red) dan segar. Terkadang saya punya sisa daging dari fresher aja tidak laku,”ungkap Arif.

Makanya umumnya penjual daging di Lamongan  selalu menyajikan daging segar hasil penyembelihan sendiri. Hari ini ini disembelih, maka hari ini juga dijual ke konsumen. Daging impor sudah masuk, namun sampai hari ini juga belum ada pengaruh penurunan harga daging  sedikitpun.

Para penjual atau jagal mencoba menyiasati agar mendapatkan harga sapi murah hingga masuk ke pedesaan atau langsung ke peternak belum juga membuahkan hasil. Harga sapi ditingkat peternak tetap tinggi, dan jika dihitung, harga sapi hidup  ada kenaikkan Rp 5 ribu/ kilogramnya dari seminggu sebelumnya. Banyak peternak dan pemelihara sapi yang bertahan dengan harga itu.

“Tidak ada istilah pedagang daging mempermainkan harga, tapi yang ada pemilik sapi yang bisa membuat pusing penjual daging maupun jagalnya,”ungkap Arif.

Harga daging di pasaran sekarang bertahan pada kisaran Rp 100 ribu/kg. Sementara penjual hendak menurunkan harga sapi sangat tidak mungkin, lantaran harga sapi melambung semakin tidak terkendali. Keberadaan peguyuban penjual daging sejauh ini tidak bisa berbuat banyak terkait dengan tingginya harga daging.

Ketua Paguyuban H Fadholi menyatakan, untuk sementara paguyuban hanya bisa mempertahankan keseragaman harga. Jangan sampai ada penjual daging  yang seenaknya  mempermainkan harga.”Yang penting kita  bertahan dan   mampu memenuhi kebutuhan konsumen, utamanya yang langganan,”kata Fadholi.
tu, 20 Juli 2013 15:53 WIB
Share   
Pemerintah Impor, Harga Daging di Lamongan Tetap Tinggi
Saifudin, penjual daging di Lamongan di barat pasar kota yang tetap bertahan mseki harga daging terus melambung

LAMONGAN – Penjual daging di Lamongan tidak terpengaruh  dengan upaya pemerintah mengimpor daging. Pasalnya, kalaupun daging impor masuk ke wilayahnya tidak akan mempengaruhi tingkat daya beli konsumen, termasuk tingginya harga yang sampai hari ini terjadi.

Arif, penjual daging sapi di Pasar Sidoarjo ditemui Sabtu (20/7/2013) mengatakan, meski kran impor daging telah dibuka lebar, ia dan sejumlah penjual daging lainnya tidak merasa terpengaruh. Konsumen di Lamongan tetap memilih daging segar yang biasa setiap hari mereka beli.

“Pembeli itu bisa membedakan antara daging beku (Impor,red) dan segar. Terkadang saya punya sisa daging dari fresher aja tidak laku,”ungkap Arif.

Makanya umumnya penjual daging di Lamongan  selalu menyajikan daging segar hasil penyembelihan sendiri. Hari ini ini disembelih, maka hari ini juga dijual ke konsumen. Daging impor sudah masuk, namun sampai hari ini juga belum ada pengaruh penurunan harga daging  sedikitpun.

Para penjual atau jagal mencoba menyiasati agar mendapatkan harga sapi murah hingga masuk ke pedesaan atau langsung ke peternak belum juga membuahkan hasil. Harga sapi ditingkat peternak tetap tinggi, dan jika dihitung, harga sapi hidup  ada kenaikkan Rp 5 ribu/ kilogramnya dari seminggu sebelumnya. Banyak peternak dan pemelihara sapi yang bertahan dengan harga itu.

“Tidak ada istilah pedagang daging mempermainkan harga, tapi yang ada pemilik sapi yang bisa membuat pusing penjual daging maupun jagalnya,”ungkap Arif.

Harga daging di pasaran sekarang bertahan pada kisaran Rp 100 ribu/kg. Sementara penjual hendak menurunkan harga sapi sangat tidak mungkin, lantaran harga sapi melambung semakin tidak terkendali. Keberadaan peguyuban penjual daging sejauh ini tidak bisa berbuat banyak terkait dengan tingginya harga daging.

Ketua Paguyuban H Fadholi menyatakan, untuk sementara paguyuban hanya bisa mempertahankan keseragaman harga. Jangan sampai ada penjual daging  yang seenaknya  mempermainkan harga.”Yang penting kita  bertahan dan   mampu memenuhi kebutuhan konsumen, utamanya yang langganan,”kata Fadholi.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Followers

 
Support : Creating Website | SMI Template | Suara Lamongan Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. lamongan online - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Sentra Media Informatika