Friday, January 4, 2013

Sungai Bengawan Solo di Lamongan Siaga 3 Merah

Lamongan - Hingga kini banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo di wilayah Lamongan belum menampakkan tanda-tanda surut. Ketinggian air Bengawan Solo dari papan ukur di Babat mencapai 8,06 peilschall dengan status siaga 3 merah.

Bahkan, semakin meluas ke beberapa tempat lain. Salah satu tempat yang kini harus hidup dalam banjir tersebut adalah Dusun Dusun Tegalrejo Desa Banaran Kecamatan babat.

Data yang dihimpun menyebutkan, di Dusun Tegalrejo setidaknya ada 70 KK yang harus hidup dan beraktivitas di dalam banjir. Sebab hampir semua warga di dusun tempat tinggal mereka banjir setinggi lutut orang dewasa. Sementara, areal pertanian juga ikut terendam banjir.

Data BPBD Lamongan, ketinggian air Bengawan Solo yang dipantau dari papan ukur di Babat mencapai 8,06 dengan status siaga 3 merah. Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan, M Zamroni mengaku, ketinggian air di wilayah Babat sudah kategori siaga 3 merah. Pasalnya, debit air Bengawan Solo di wilayah Babat begitu cepat bertambah.

"Ini karena air kiriman dari Bojonegoro yang semakin tinggi debitnya," kata Zamroni kepada wartawan, Sabtu (5/1/2013).

Zamroni menyebutkan, jumlah rumah terendam banjir akibat luapan air yakni 2 kecamatan. Yakni Kecamatan Babat dan Laren. Hampir 500 rumah terendam banjir.

(fat/fat)

No comments:

Post a Comment