Saturday, January 5, 2013

Pintu Air Bengawan Solo Ditutup, 2 Kecamatan di Lamongan Banjir

 
Alih-Alih Mengurangi Luapan Air di Wilayah Bojonegoro

Lamongan: Ditutupnya pintu air Sungai Bengawan Solo di Karangnongko untuk mengurangi banjir di Bojonegoro membuat ketinggian aliran air sungai yang melitas di wilayah Lamongan ini naik secara signifikan. Akibatnya, dua wilayah kecamatan tergenang banjir.Posisi ini Naik dari kondisi kemarin yang masih di level III.
Naiknya air Sungai Bengawan Solo di Babat ini berakibat pada meluasnya areal genangan. Di Desa Truni, tercatat 50 rumah tergenang setinggi 5 hingga 20 cm. Selain itu 95 tanaman padi dan palawija juga tergenang setinggi 50 hingga 75 cm.
Di Kelurahan Babat, 50 rumah juga terendam banjir. Kemudian di Kelurahan Banaran tercatat 8 rumah tergenang air Sungai Bengawan Solo dan 173 rumah lainnya kebanjiran karena tingginjya curah hujan.
Selain kawasan pemukiman, 6 hektar tanaman padi dan palwija di Banaran juga hanyut diapu banjir. Konidisi serupa juga terjadi di wilayah Bedahan. Di daerah ini sekitar puluhan kektar sawah juga berubah menjadi lautan.
Sementara di wilayah Kecamatan Laren, terhitung 6 desa juga terandam banjir sejak Jumat malam. Banjir di kawasan ini semakin parah ketika pintu air sungai Bengawan Solo di di Karangnongko, Bojonegoro ditutup.
Enam desa itu adalah Plangwot, Siser, Mojoasem, Pesanggrahan, Keduyung dan Centini.@Ali Muhtar

No comments:

Post a Comment